Pemerintah Targetkan Produksi Kopi Naik 16 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan produksi kopi tahun ini naik sekitar 16 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Produksi kopi pada 2013 ditargetkan mencapai 763 ribu ton, naik dari capaian tahun lalu sebesar 657.138 ton.  

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, realisasi produksi kopi nasional tahun lalu memang lebih rendah dari target yang ditetapkan karena faktor cuaca. Menurut dia, tak tercapainya target produksi kopi tahun lalu akibat cuaca buruk dan serangan hama, juga karena krisis ekonomi dari negara-negara importir.

“Hama yang menyerang tanaman kopi mampu menurunkan produktivitas kopi hingga 60 persen,” kata Rusman ketika dihubungi, Senin, 7 Januari 2013.

Karena itulah, Kementerian Pertanian memasang target baru untuk produksi kopi tahun ini. Ia optimistis produksi kopi tahun ini bisa lebih baik dari tahun lalu. Hal itu didasarkan pada capaian produksi 2012 sebenarnya masih lebih tinggi dari realisasi produksi kopi pada 2011 yang tercatat sebesar 638.647 ton.

Rusman menambahkan berbagai upaya akan dilakukan, di antaranya mempercepat perluasan areal tanam dan peremajaan tanaman. Dengan langkah ini diharapkan produksi kopi bisa meningkat karena harga kopi juga diprediksi akan terus naik seiring meningkatnya konsumsi dunia.

Berdasarkan data dari International Coffee Organization (ICO), sejak 2010 tren peningkatan konsumsi kopi dunia sebesar 2,5 persen per tahun. Pada 2015, konsumsi kopi dunia diperkirakan mencapai 155 juta karung. Pada 2020, konsumsi kopi dunia mencapai 165 juta karung hingga 173 karung.

Rusman melanjutkan, selain meningkatkan produksi kopi, pemerintah juga akan meningkatkan volume ekspor produk olahan kopi. Nantinya, ekspor kopi diharapkan tidak hanya dalam bentuk mentah tapi menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang memiliki nilai tambah.

Ke depan, kata Rusman, tantangan dan peluang kopi Indonesia adalah bagaimana bisa meningkatkan produksi dan pengolahan di dalam negeri sehingga Indonesia mengekspor kopi olahan yang mempunyai nilai tambah tinggi.

“Indonesia adalah produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia,” katanya.

Selama ini, sekitar 75 persen produksi kopi Indonesia diekspor dalam bentuk mentah dan 25 persen menjadi kopi bubuk atau kopi instan. Dengan kenaikan harga kopi, Rusman berharap Indonesia lebih banyak mengekspor kopi bubuk sehingga nilainya meningkat.

ROSALINA

Kategori Produk

Keunggulan Kami

Mesin Berkualitas

Mesin kami menggunakan bahan-bahan berkualitas, sehingga menjadikan mesin bermutu tinggi.

Harga Terjangkau

Harga mesin-mesin kami relatif terjangkau, sangat cocok sebagai investasi bisnis Anda.

Bergaransi

Produk mesin kami bergaransi sebagai tanggung jawab, apabila terjadi kerusakan mesin.

Training Gratis

Untuk mesin yang memerlukan pelatihan, kami memberikan pelatihan GRATIS untuk Anda pelatihan penggunaan mesin.

Kepuasan Customer

Kepuasan pelanggan adalah tujuan kami. Kami tidak hanya menjual mesin, tetapi juga memberikan solusi setiap permasalahan yang dihadapi oleh konsumen.

Pemanfaatan Luas

Produk mesin kami telah dimanfaatkan secara luas oleh banyak konsumen.

Memiliki Workshop Sendiri

Manajemen dan workshop kami saat ini ditangani langsung oleh tenaga ahli dan profesional yang telah berpengalaman di bidang manufaktur alat mesin berbahan dasar plat stainless steel dan mild steel

Transaksi Aman

Transaksi pembayaran menggunakan rekening atas nama perusahaan pada Bank ternama dan terpercaya.



© 2013 mitrapetaninelayan.com. All rights reserved

Ikuti Kami di: